SIARAN PERS
PEROLEHAN ANGKA DALAM PERMAINAN TENIS
Bali, 17 April 2005. Dalam pertandingan tenis baik itu tunggal atau ganda, yang disebut pemenang adalah mereka yang berhasil memenangkan pertandingan dalam 2 set sekaligus. Namun bila mempunyai angka 1 – 1 maka pemain akan melanjutkan set ketiga sebagai penentu pemenang. Maka pertandingan disebut dengan system “the best 3”. Perolehan angka tersebut diatas adalah yang digunakan dalam ajang pertandingan WIsmilak International.
Sedangkan dalam pertandingan tenis pria, kadang dimainkan 5 set. Peraturan ini digunakan pada turnamen internasional di ajang Piala Davis dan juga Grandslam. Yang disebut dengan ajang bergengsi grandslam adalah turnamen Australia Terbuka, Perancis Terbuka, Amerika Terbuka, Wimbledon dan juga dalam babak final perebutan gelar Master Series.
Banyak istilah yang dipakai dalam permainan tenis seperti misalnya “ace”, “deuce”, “advantage” dan juga “tiebreak”, sebelum pertandingan selesai dalam penentuan pemenang. Cara menghitung angka dalam pertandingan tenis adalah dimulai dengan 15-0, 30-0, 40-0 dan selesai atau “game”. Namun permainan tidak sampai disitu saja karena biasanya ada perlawanan dari lawan yang mana mengakibatkan angka nilai menjadi sama yaitu 40-40 atau lebih dikenal dengan “deuce” (seri). Maka bila hal itu terjadi maka masing-masing pemain masih mempunyai peluang untuk memenangkan 2 angka sebelum menjadi pemenang.
Misalnya: Pemain A melawan B dengan angka nilai 40-40 (deuce). Misalnya pemain A yang memegang servis pada posisi deuce ini, dan pemain B ternyata memukul bola keluar atau bola menyangkut ke-net, maka pemain A yang mendapatkan perolehan angka yang juga disebut dengan “advantage”. Untuk memenangkan pertandingan ini pemain A membutuhkan satu lagi angka, namun bila ternyata B berhasil mendapatkan angka maka
posisi kembali menjadi “deuce”. Bila A berhasil kembali mengumpulkan 2 angka sekaligus maka A memenangkan pertandingan dengan skor 1 – 0.
Pertandingan dilanjutkan sampai siapa yang lebih dulu mencapai angkai 6 (enam) atau yang memenangkan 6 pertandingan, misalnya A memperoleh skor 6-2. Bila pemain A berhasil memenangkan set kedua maka, A menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut. Namun bila pemain B menang dalam set ke dua maka sebagai penentuan siapa pemenangnya mereka harus bertanding dalam satu set lagi. Maka itulah yang disebutkan pertandingan dengan sistem “the best 3”. Perhitungan skor harus mempunyai sisih 2 angka misalnya 6-4 atau 6-0.
Kadangkala dalam suatu pertandingan, skor menjadi sama yaitu 5-5, maka pertandingan dilanjutkan sampai pemain mana yang berhasil mencapai angka dua nilai lebih awal menjadi 7-5. Namun jika perolehan angka mencapai 6-6 atau disebut “tie-break”, maka permainan dilanjutkan dengan perpanjangan dari keadaan seri, untuk mencari siapa yang berhak memenangkan pertandingan. Cara menghitung skor-nya berurutan dari (1-0, 2-0, 2-1, dan seterusnya) hingga akhirnya ada pemain pertama yang berhasil mencapai angka 7 dengan jarak angka 2 dari nilai pemain lawan. Jika dalam kondisi ini tercapai lagi perolehan angka
6-6, maka tiebreak terus dilanjutkan hingga salah satu pemain memperoleh jarak angka 2 dari pemain lawan (misalnya nilai pemain A = 11 dan pemain B = 9, kemenangan diperoleh pemain A).
Seorang pemain memiliki 2 kesempatan servis bola pada awal pertandingan. Hal ini disebut dengan “serve”. Jika kedua servis tersebut gagal, baik itu bola keluar, tidak masuk dalam servis area lawan atau juga menyangkut di net, maka disebut sebagai “double-fault”, dan pemain lawan mendapatkan nilai dengan skor awal 0-15. Bila servis pertama keluar atau menyangkut di net, maka masih mempunyai satu kesempatan servis satu kali lagi. Kadangkala pada waktu servis pertama bola menyentuh net dan masih masuk kedalam servis area lawan,
maka pemain tersebut masih berhak untuk melakukan dua kali servis, ini biasanya disebut dengan “net-in, first serve”. Sedangkan untuk sebutan “ace” bila pemain berhasil melakukan servis baik yang mana lawan sama sekali tidak menyentuh atau memukul bola servis tersebut.
Catatan untuk Redaksi :
Sejak debut pertamanya di tahun 1994 hingga tahun 1997, Wismilak International Women's World Tennis Tour IV diadakan di Surabaya dengan hadiah US$ 107,000. Turnamen yang bernama awal “Wismilak Open” kemudian diputuskan untuk diubah menjadi “Wismilak International” pada tahun 1996 sebagai refleksi tujuan perusahaan dalam mengembangkan pemasaran beberapa rangkaian produknya ke pasar internasional. Tempat bersejarah berlangsungnya setiap turnamen terdahulu yaitu Embong Sawo Tennis Club, Surabaya dimana pada tahun 1997 lalu tepat berusia 100 tahun. Samoai saat ini, Wismilak International Women's World Tennis Tour masih merupakan turnamen terbesar dalam kalender WTA di kawasan Asia Tenggara. Informasi lebih lanjut dapat diakses pada www.wismilakinternational.com
Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi :
Travel Works Communications International
Tel : +62.361.710 508, Fax : +62.361.710 348, E-mail : info@travelworks-bali.com
***